Di sebuah rumah, hiduplah
seorang ibu yang bernama DNA dengan keempat anaknya, yakni Timin, Guanin,
sitosin dan adenin.
Suatu hari...
DNA : “anak-anakku, ibu ingin pergi ke suatu tempat jauh dan meninggalkan
kalian dalam wktu yang lama. Sebelum itu, ibu akan mengantarkan kalian pada
teman ibu,RNA yang akan menjadi ibu baru kalian. “
Mereka terlihat sedih.
Kemudian sang ibu masuk ke kamar
dan beberapa saat kemudian, keluar memebawa beberapa baju.
A : “baju
–baju itu untuk apa, bunda?”
Sang ibu tersenyum seraya berkata:
DNA: “ini
baju yang akan kalian pakai sebelum kita berangkat ke ibu RNA.”
Anak-anak terlihat gembira.
Kemudian, ibu DNA memilihkan
masing-masing baju untuk masing-masing putrinya.
Setelah itu ibu DNA mengantarkan
keempat anaknya ke ibu RNA
Sesampainya disana...
Ibu DNA : “ ibu hanya bisa
mengantar kalian didepan rumah saja. Silahkan masuklah anak-anakku, ibu RNA
akan menyambut kalian dnegan baik.”
Mereka mengucapkan salam
perpisahan dan mengetuk pintu rumah itu.beberapa saat kemudian...
RNA : oh ,
kalian. Ternyata benar. Kalian anak-anak yang manis. Ayo, tidak usah sungkan”
Mereka tersipu malu. Tiba-tiba
RNA masuk ke dalam ruangan dan membawa sepotong baju di tangannya.
U:”maaf, bu.
Itu untuk apa?”
RNA : “ saya
pikir saudaramu butuh baju baru. (sambil menunjuk timin)
T :”iya bu: tadi, di tengah
perjalanan, saya terjatuh. Jadi, baju saya kotor. Terimaksih bu”
(sambil mengambil baju itu dan emamakainya)
Tahun berganti tahun... Mereka
seperti keluarga baru yang hidup bahagia..
Suatu hari, ada syembara yang
mengatakan bahwa pangeran ribosom sedang mencari pendamping hidupnya.
keempat putri itu sangat antusias.
A : ya, aku
akan tampil secantik mungkin untuk mendapatkannya”
T : ya, aku
akan tampil seanggun mungkin agar dia terpesona.
U : ya, dan aku
akan tampil sesempurna mungkin deh
G : ya, dan
aku tak kalah saing dengan kalian.”
Esoknya iu RNA mneyuruh
pembantunya, RNA d untuk mengantar mereka ke pangeran ribosom tersebut. Mereka
pergi ke kerajaan itu dan menemui pangeran ribosom.
Ribosom : baiklah putri-putri
cantik. Aku akan menerima kalian jika sepatu yang kusediakan cocok di kaki
kalian.
Lalu, pengawal RNA t datang dengan membawa sepatu-sepetu itu.
Mereka mencoba satu persatu dan akhirnya mereka menemukan sepatu yang cocok. Pangeran
ribosom tersenyum
Ribosom : “karena kalian
putri-putri yang cantik dan kita tidak dapat menyangkal bahwa sepatu ini
ternyata cocok, maka maukah kalian semua ku bawa ke istana ku di kerajaan
sitoplasma?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar