A.
Skema Central Dogma
Dogma sentral
biologi molekuler merupakan mekanisme pelaksanaan dua
dari tiga fungsi DNA
sebagai materi genetik, yaitu fungsi genotipik dan fungsi
fenotipik. Fungsi genotipik dilaksanakan melalui replikasi dimana DNA harus
mampu menyimpan informasi
genetik dan dengan
tepat dapat meneruskan informasi
tersebut dari induk kepada keturunannya atau dari generasi ke generasi. Fungsi
fenotipik dilaksanakan melalui ekspresi
gen dengan dua
tahapan, yaitu transkripsi
dan translasi dimana DNA harus mengatur perkembangan organisme yang
dimulai dari zigot hingga individu dewasa.
Hubungan
antara DNA dan RNA dalam penurunan sifat, struktur sel, dan aktivitas sel
terangkum dalam konsep dogma sentral. Konsep tersebut dapat diartikan sebagai
“sumber dari segala informasi”. Hal tersebut dapat dituliskan sebagai berikut :
DNA --> RNA --> Protein
Gambar 1. Skema dogma
sentral biologi molekuler
Konsep di atas menerangkan bahwa kunci utama dari
sintesis protein adalah DNA, yang merupakan material genetika dari sel. Bergerak
ke sebelah kanan, DNA tersebut mampu memproduksi diri sendiri melalui proses
replikasi. Bergerak ke bawah, DNA terlibat dalam pembentukan RNA (melalui
proses transkripsi) dan pembentukan protein (melalui proses translasi).
B. Pengertian Ekspresi Gen
Ekspresi gen merupakan proses dimana informasi yang
dikode di dalam gen diterjemahkan menjadi urutan asam amino selama sintesis
protein. Ekspresi Gen juga dapat diartikan bagaimana sel mengatur untuk
memperlihatkan ciri-ciri mahluk hidup tersebut berdasarkan gen-gen yang di miliki. Ekspresi gen ini berkaitan dengan sintesis protein, yaitu
proses transkripsi dan translasi. DNA akan mengkode informasi genetik sesuai
kebutuhannya. Pada prokariotik, seperti bakteri akan mengekspresi gen secara
selektif. Sebagai contoh terkait dengan ketersedian bahan makanan di
lingkungannya, bakteri akan mengaktifkan (switch on) dan menonaktifkan (switch
off) gen yang mengkode enzim yang berperan dalam mencerna makanan. Sedangkan
pada eukariotik, mekanisme ekspresi gen dikontrol oleh sistem yang lebih
kompleks.
Ekspresi gen adalah proses penentuan sifat suatu organism
oleh gen. Sifat fenotipe makhluk hidup merupakan sifat hasil ekspresi gen yang
terlihat. Contoh fenotipe adalah berbagai keaneragaman anjing yang memiliki
jenis bulu, ukuran, warna yang berbeda. Pada bayi anjing yang baru dilahirkan,
tampak anjing memiliki ciri-ciri yang sama
antara satu dengan yang lain, tetapi seiring pertumbuhan dan
perkembangannya ciri-ciri yang tampak sudah menunjukkan perbedaannya. Hal inilah
yang disebut dengan ekspresi gen. Anjing-anjing tersebut memiliki kemiripan
yang besar pada susunan DNAnya, tetapi ciri-ciri yang tampak berbeda (seiring
pertumbuhannya) tersebut disebabkan adanya ekspresi gen yang mengaktifkan atau
menonaktifkan gen-gen tertentu.
C. Ekspresi Gen pada Prokariotik dan Eukariotik
Pada prokariot dan eukariot, kekhususan sel (diferensiasi sel) tergantung
pada seleksi ekspresi gen-gen tertentu . Berikut akan dijabarkan ekspresi gen
pada prokariotik dan eukariotik.
1.
Ekspresi Gen pada Prokariotik
Pada prokariot, interaksi protein dengan DNA dapat
membuat gen menjadi on atau off terhadap rangsangan lingkungan tertentu. Pada
prokariotik dikenal adanya Operon Lac (singkatan dari operon yang mengkode
enzim-enzim yang dapat memetabolisme laktosa). Operon adalah seperangkat gen
terstruktur, yang merupakan unit pengungkapan genetik yang terorganisasi. Di
antara promotor dan gen pengkode enzim tersebut, ada segmen DNA yang disebut
operator yang bertindak sebagai “switch” atau pengubah. Operator menentukan
apakah RNA polimerase dapat menempel pada promotor atau numpang lewat gen saja.
Contoh prokariot adalah bakteri E.Coli yang menggunakan tiga enzim dalam mengambil dan memetabolisme
laktosa. Gen-gen untuk ketiga enzim ini tersusun dalam operan lac. Dimana lac Z
mengkodekan β-galaktosa, lac Y mengkodekan permease sedangkan lacA mengkodekan
transasetilase.
Ketika represor
menempel pada operator, maka seluruh operon lac tidak bisa mengekspresikan
untuk mensintesis enzim untuk metabolisme laktosa. Pada tahap inilah operon lac
dalam keadaan off.
Gambar 3. Operonlac off
karena tidak adanya inducer (lactosa) yang menempel pada represor
Sumber
: www.themedicalchemistrypage.org
Pada keberadaan inducer (laktosa), represor menjadi tidak
aktif karena berikatan dengan inducer. Ini memperbolehkan RNA polymerase menuju
ke operon dan melakukan proses transkripsi yang mampu menghasilkan enzim (β-galaktosa,
permease dan transasetilase) untuk metabolisme laktosa. Metabolisme laktosa ini
akan diubah menjadi glukosa dan galaktosa untuk keperluan energi selanjutnya
Gambar 4. Operonlac on
karena adanya inducer (lactosa) yang menempel pada represor
Sumber
: www.themedicalchemistrypage.org
Pada operon lac triptofan, umumnya transkripsi terus
dilakukan, akan tetapi keberadaan triptofan menjadi penghambat sehingga tidak
dapat diproduksi enzim-enzim tersebut. Berbeda dengan adanya laktosa yang
menghambat inhibitor sehingga proses yang seharusnya berhenti atau tidak
memproduksi enzim kembali tetapi menjadi aktif.
Jika suatu kultur E.coli yang diberi media glukosa dan
laktosa, maka bakteri tersebut akan menggunakan glukosa terleih dahulu sampai
habis. Selanjutnya setelah mengalami fase lag yang pendek, maka bakteri
tersebut akan menggunakan laktosa sebagai sumber karbon. Hal ini dikarenakan
enzim untuk metabolisme glukosa lebih konstitutif daripada enzim untuk
metabolisme laktosa.
Gambar 5. Pertumbuhan diauxic kultur E. coli yang diberi
campuran antara glukosa dan laktosa
Sumber : www.generasibiologi.com
2.
Ekspresi Gen pada Eukariotik
Pada eukariot tingkat tinggi gen-gen
yang berbeda akan ditranskripsi pada jenis sel yang berbeda. Hal ini menunjukkan
bahwa mekanisme pengaturan pada tahap transkripsi, dan juga prosesing mRNA,
memegang peran yang
sangat penting dalam
proses diferensiasi sel. Semua mRNA pada eukariot tingkat tinggi
adalah monosistronik, yaitu hanya
membawa urutan sebuah
gen struktural. Transkrip
primer yang adakalanya menyerupai polisistronik pun akan
diproses menjadi mRNA yang monosistronik.
Kontrol ekspresi gen yang terjadi pada eukariot diawali pada tahap:
a.
Inisiasi transkripsi.
Dengan adanya pengaruh enhancer yang
akan berikatan dengan daerah promotor untuk meningkatkan aktivitas RNA
polimerase.
b.
Proses transkripsi dan modifikasi.
Hal ini berupa adanya proses intron splicing sehingga hanya tersisi bagian
ekson.
c.
Kestabilan transkripsi
Saat hasil transkripsi dibawa dari inti sel menuju sitosol akan terjadi
pemendekan ekor poli-A oleh enzim (DNA) pada 3' ke 5' yang berasosiasi dengan
5'cap.
d.
Modifikasi translasi
Modifikasi ini terjadi dalam bentuk modifikasi kovalen disebabkan adanya
modifikasi kimia seperti asetilasi, metilasi, dan disulfida bond formation.
Contoh, molekul insulin dihasilkan dalam bentuk inaktif yang terdiri dari satu
polipeptida dan untuk aktivasinya polipeptida tersebut akan dipotong menjadi
dua bagian dan dihubungkan dengan jembatan disulfida.
Enam
tahap ekspresi gen eukariotik yang dapat dikontrol :
a)
Kontrol transkripsi yang akan mengontrol gen pada saat di
transkripsi
b)
Kontrol proses RNA yang akan mengontrol penyambungan dan
proses transkripsi RNA
c)
Kontrol penempatan dan transpor RNA yang akan memilih
mRNA yang lengkap untuk diekspor dari nukleus ke sitosol dan membagi di dalam
sitosol
d)
Kontrol translasi yang akan memilih mRNA dalam sitoplasma
untuk ditranslasi oleh ribosom
e)
Kontrol degradasi mRNA yang akan menstabilkan secara
selektif molekul mRNA dalam sitoplasma
f)
Kontrol aktivitas protein yang akan mengaktifkan secara
selektif, menurunkan, atau menempatkan molekul protein spesifik setelah mereka
selesai dibuat
D. Perbedaan Gen Prokariotik
dan Eukariotik
Perbedaan Prokariotik dan Eykariotik yang berkaitan dengan gen
dapat dibuat tabel sebagai berikut :
Prokariotik
|
Eukariotik
|
Polycistronik
yaitu pada transkripsi banyak gen
(karena operon)
|
Monocistronik
yaitu pada transkripsi, hanya 1
gen
|
DNA berbentuk sirkuler karena
tidak adanya protein histon
|
DNA berbentuk linear dan kromatin
(kromosom) karena adanya protein histon
|
Haploid (1 n)
|
Diploid (2 n)
|
Transkripsi dan translasi terjadi
di sitoplasma
|
Transkripsi terjadi di dalam inti
sedangkan translasi terjadi di sitoplasma
|
Tidak mengalami proses modifikasi
pada proses transkripsi karena tidak adanya intron
|
Mengalami proses modifikasi pada
tahap transkripsi karena ada pembuangan intron
|
DAFTAR PUSTAKA
Biologi. 2015.Contoh Genotipe dan Fenotipe. Diakses
pada http://kliksma.com/2015/01/contoh-genotipe-dan-fenotipe.html, 28 November
2015.
Hypersmash. 2014. Macam-Macam Keanekaragaman Hayati (Genetik,
Species dan Ekosistem). (Online). Diakses pada http://www.materisma.com/2014/02/macam-macam-keanekaragaman-hayati-gen.html,
28 November 2015.
King, Michael W. Regulation of Gene Expression. (Online).
Diakses pada http://themedicalbiochemistrypage.org/gene-regulation.php, 28
November 2015.
Lasantha. 2011. Penggolongan Enzim Berdasarkan Ekspresi Gen.
(Online) http://www.generasibiologi.com/2011/12/penggolongan-enzim-berdasarkan-ekspresi.html,
28 November 2015.
Martina. 2013. Ekspresi Gen. (Online). Diakses pada http://martinakurniarohmah.blog.com/2013/03/06/ekspresi-gen-2/
28 November 2015.
Niedielch. 2010. Makalah Ekspresi Gen dan Regulasinya. (Online).
Diakses pada http://id.scribd.com/doc/97237329/Makalah-Ekspresi-Gen-Dan-Regulasinya#scribd,
28 November 2015.
Suciati, Hbibah. 2015. Dogma Sentral Biologi Molekuler. (Online).
Diakses pada http://dokumen.tips/documents/dogma-sentral-biologi-molekuler.html,
28 November 2015.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar